Rabu, 04 Mei 2011

Hari Pendidikan Nasional

Baru kemarin lusa kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, tepatnya pada hari Senin, 2 Mei 2011.
Di sekolahan, kampus, dan diberbagai media baik cetak maupun elektronik heboh dengan Hardiknas.
Sekarang negara kita sedang menggembar gemborkan "WAJIB BELAJAR 12 TAHUN"
Sebagai mahasiswi, saya bersyukur dapat mengikuti jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi, bahkan di universitas impian masa kecil saya.
Namun, apa saya dan kamu semua sadar???

Di luar sana, di jalanan, di lorong-lorong jalan, masih banyak anak-anak yang tidak mampu bersekolah, bahkan untuk mengikuti sekolah dasar mereka pun tak bisa. Dalam lubuk hati mereka mungkin ingin merasakan duduk di bangku sekolah, menikmati masa anak-anak dengan bermain dengan teman sebaya, belajar dan menimba ilmu di kelas, menggunakan seragam rapi, tapi kenyataan hidup memaksa mereka untuk tetap berada di jalanan, mencari uang demi sesuap nasi yang sangat sulit mereka dapatkan.

Di kampus pun juga sering ada anak-anak usia sekolah datang di jam sekolah untuk mengamen, menjual koran, ojek payung, dan menjual makanan ringan.
Saya kadang bertanya-tanya pada negeri ini.
Mana bukti program wajib belajar 12 tahun?
Mana tanggung jawab negara yang mengurusi anak-anak terlantar?
Dimana bapak perlindungan anak yang seharusnya menjamin setiap anak untuk mendapatkan hak nya, bukan malah bekerja?!
bukankah negara kita adalah negara hukum, mana hukum yang melarang bekerja dibawah umur?
apa hukum-hukum itu hanya dibuat untuk memenuhi buku undang-undang, pemanis kertas belaka????
sudahlah!! sudah jadi rahasia umum pemerintah kita pintar dalam membuat planning-planning untuk 10 tahun ke depan, tapi kenyataannya seperti apa?? Planning ya planning, tetap menjadi planning sampai 10 tahun pun berlalu.
Ingin rasanya saya meneriaki para pejabat-pejabat yang seenaknya mengambil uang yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesehteraan bersama warga negeri ini. Tapi percuma, hati mereka telah buta, buta oleh bayang-bayang dunia.
kalau seperti ini terus..
apakah mungkin Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia tercapai???
Saya hanya bisa berharap, ketika suatu saat negeri ini dipimpin oleh seseorang yang saat ini menjadi aktivis mahasiswa pembela rakyat, tetaplah membela rakyat ketika menjadi seorang pemimpin. Mungkin di atas sana akan banyak godaan-godaan yang menggiurkan, tapi ingatlah perjuangan dimasa ini!
Perjuangan Kita! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat indonesia!