Si Penggoda Datang
Gadis lima belas juta
Ya.. sudah lama aku tak mendengar
kata-kata itu
Kesibukanku dengan tugas akhir dan
perintilannya semakin menjauhkan ku dari kata-kata itu
Kalaupun terdengar, kupingku seolah memiliki
filter otomatis
Kelulusan dan pekerjaan baruku pun
membuatku semakin terjauh dari teman-teman
Ya, setelah lulus aku tidak menunggu
waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan
Tapi jujur, pekerjaan mengubah
hidupku
Hidup seperti zombi, dan tak melihat
matahari sungguh melelahkan
Akhir minggu ku pun lebih banyak
kuhabiskan di tempat tidur
Tiga bulan aku bertahan dengan
kehidupan zombiku
Hingga akhirnya aku mengajukan surat
resign pada atasanku
Aku sedih kehilangan pekerjaanku,
tapi ada perasaan lega terselip di hatiku
Dan aku semakin menyadari bahwa
pintu rezeki Allah tidak hanya datang dari satu pintu
Terlepas dari pekerjaan lamaku,
Aku mendapat kepercayaan menjadi
bagian dari sebuah tim penelitian
Memang tidak tetap, tapi aku merasa
lebih hidup disana
Terlebih teman-teman tim ku beberapa
berasal dari jurusan yang sama denganku
Jadi aku tidak perlu sulit
beradaptasi dengan tim ini
Dan ternyata si ‘artis kampus’ yang
dulu sempat menggodaku juga ada disana
Bagiku hal itu tidak masalah,
godaannya pun juga sudah kulupakan
Mungkin itu sudah hampir setahun
berlalu,
Dan saat ini paling tidak aku
dengannya tak secanggung dulu
Tapi ternyata sikap usilnya masih
sama seperti dulu
Dia membajak telepon genggamku untuk
menggodanya
Seolah aku lah yang menggodanya
disini
Aku kesal, tapi tak sekesal saat dia
menawarku lima belas juta
Mungkin usia ku yang bertambah
membuatku lebih menerima orang lain
Ya.. biarlah, toh aku hanya perlu
bersabar sampai penelitian ini berakhir
Lagian itu hanya godaan-godaan
kecilnya, masih banyak hal yang membuatku bahagia disini
Teman-temanku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar